Selasa, 04 Desember 2012

Peradilan Rakyat

Peradilan Rakyat


sumber : anekaremaja.com
Cerpen Putu Wijaya
Seorang pengacara muda yang cemerlang mengunjungi ayahnya, seorang pengacara senior yang sangat dihormati oleh para penegak hukum.
“Tapi aku datang tidak sebagai putramu,” kata pengacara muda itu, “aku datang ke mari sebagai seorang pengacara muda yang ingin menegakkan keadilan di negeri yang sedang kacau ini.”
Pengacara tua yang bercambang dan jenggot memutih itu, tidak terkejut. Ia menatap putranya dari kursi rodanya, lalu menjawab dengan suara yang tenang dan agung.

“Apa yang ingin kamu tentang, anak muda?”
Pengacara muda tertegun. “Ayahanda bertanya kepadaku?”
“Ya, kepada kamu, bukan sebagai putraku, tetapi kamu sebagai ujung
tombak pencarian keadilan di negeri yang sedang dicabik-cabik korupsi ini.”
Pengacara muda itu tersenyum.
“Baik, kalau begitu, Anda mengerti maksudku.”
“Tentu saja. Aku juga pernah muda seperti kamu. Dan aku juga berani, kalau perlu kurang ajar. Aku pisahkan antara urusan keluarga dan kepentingan pribadi dengan perjuangan penegakan keadilan. Tidak seperti para pengacara sekarang yang kebanyakan berdagang. Bahkan tidak seperti para elit dan cendekiawan yang cemerlang ketika masih di luar kekuasaan, namun menjadi lebih buas dan keji ketika memperoleh kesempatan untuk menginjak-injak keadilan dan kebenaran yang dulu diberhalakannya. Kamu pasti tidak terlalu jauh dari keadaanku waktu masih muda. Kamu sudah membaca riwayat hidupku yang belum lama ini ditulis di sebuah kampus di luar negeri bukan? Mereka menyebutku Singa Lapar. Aku memang tidak pernah berhenti memburu pencuri-pencuri keadilan yang bersarang di lembaga-lembaga tinggi dan gedung-gedung bertingkat. Merekalah yang sudah membuat kejahatan menjadi budaya di negeri ini. Kamu bisa banyak belajar dari buku itu.”
Pengacara muda itu tersenyum. Ia mengangkat dagunya, mencoba memandang pejuang keadilan yang kini seperti macan ompong itu, meskipun sisa-sisa keperkasaannya masih terasa.
“Aku tidak datang untuk menentang atau memuji Anda. Anda dengan seluruh sejarah Anda memang terlalu besar untuk dibicarakan. Meskipun bukan bebas dari kritik. Aku punya sederetan koreksi terhadap kebijakan-kebijakan yang sudah Anda lakukan. Dan aku terlalu kecil untuk menentang bahkan juga terlalu tak pantas untuk memujimu. Anda sudah tidak memerlukan cercaan atau pujian lagi. Karena kau bukan hanya penegak keadilan yang bersih, kau yang selalu berhasil dan sempurna, tetapi kau juga adalah keadilan itu sendiri.”
Pengacara tua itu meringis.
“Aku suka kau menyebut dirimu aku dan memanggilku kau. Berarti kita bisa bicara sungguh-sungguh sebagai profesional, Pemburu Keadilan.”
“Itu semua juga tidak lepas dari hasil gemblenganmu yang tidak kenal ampun!”
Pengacara tua itu tertawa.
“Kau sudah mulai lagi dengan puji-pujianmu!” potong pengacara tua.
Pengacara muda terkejut. Ia tersadar pada kekeliruannya lalu minta maaf.
“Tidak apa. Jangan surut. Katakan saja apa yang hendak kamu katakan,” sambung pengacara tua menenangkan, sembari mengangkat tangan, menikmati juga pujian itu, “jangan membatasi dirimu sendiri. Jangan membunuh diri dengan diskripsi-diskripsi yang akan menjebak kamu ke dalam doktrin-doktrin beku, mengalir sajalah sewajarnya bagaikan mata air, bagai suara alam, karena kamu sangat diperlukan oleh bangsamu ini.”
Pengacara muda diam beberapa lama untuk merumuskan diri. Lalu ia meneruskan ucapannya dengan lebih tenang.
“Aku datang kemari ingin mendengar suaramu. Aku mau berdialog.”
“Baik. Mulailah. Berbicaralah sebebas-bebasnya.”
“Terima kasih. Begini. Belum lama ini negara menugaskan aku untuk membela seorang penjahat besar, yang sepantasnya mendapat hukuman mati. Pihak keluarga pun datang dengan gembira ke rumahku untuk mengungkapkan kebahagiannya, bahwa pada akhirnya negara cukup adil, karena memberikan seorang pembela kelas satu untuk mereka. Tetapi aku tolak mentah-mentah. Kenapa? Karena aku yakin, negara tidak benar-benar menugaskan aku untuk membelanya. Negara hanya ingin mempertunjukkan sebuah teater spektakuler, bahwa di negeri yang sangat tercela hukumnya ini, sudah ada kebangkitan baru. Penjahat yang paling kejam, sudah diberikan seorang pembela yang perkasa seperti Mike Tyson, itu bukan istilahku, aku pinjam dari apa yang diobral para pengamat keadilan di koran untuk semua sepak-terjangku, sebab aku selalu berhasil memenangkan semua perkara yang aku tangani.
Aku ingin berkata tidak kepada negara, karena pencarian keadilan tak boleh menjadi sebuah teater, tetapi mutlak hanya pencarian keadilan yang kalau perlu dingin danbeku. Tapi negara terus juga mendesak dengan berbagai cara supaya tugas itu aku terima. Di situ aku mulai berpikir. Tak mungkin semua itu tanpa alasan. Lalu aku melakukan investigasi yang mendalam dan kutemukan faktanya. Walhasil, kesimpulanku, negara sudah memainkan sandiwara. Negara ingin menunjukkan kepada rakyat dan dunia, bahwa kejahatan dibela oleh siapa pun, tetap kejahatan. Bila negara tetap dapat menjebloskan bangsat itu sampai ke titik terakhirnya hukuman tembak mati, walaupun sudah dibela oleh tim pembela seperti aku, maka negara akan mendapatkan kemenangan ganda, karena kemenangan itu pastilah kemenangan yang telak dan bersih, karena aku yang menjadi jaminannya. Negara hendak menjadikan aku sebagai pecundang. Dan itulah yang aku tentang.
Negara harusnya percaya bahwa menegakkan keadilan tidak bisa lain harus dengan keadilan yang bersih, sebagaimana yang sudah Anda lakukan selama ini.”
Pengacara muda itu berhenti sebentar untuk memberikan waktu pengacara senior itu menyimak. Kemudian ia melanjutkan.
“Tapi aku datang kemari bukan untuk minta pertimbanganmu, apakah keputusanku untuk menolak itu tepat atau tidak. Aku datang kemari karena setelah negara menerima baik penolakanku, bajingan itu sendiri datang ke tempat kediamanku dan meminta dengan hormat supaya aku bersedia untuk membelanya.”
“Lalu kamu terima?” potong pengacara tua itu tiba-tiba.
Pengacara muda itu terkejut. Ia menatap pengacara tua itu dengan heran.
“Bagaimana Anda tahu?”
Pengacara tua mengelus jenggotnya dan mengangkat matanya melihat ke tempat yang jauh. Sebentar saja, tapi seakan ia sudah mengarungi jarak ribuan kilometer. Sambil menghela napas kemudian ia berkata: “Sebab aku kenal siapa kamu.”
Pengacara muda sekarang menarik napas panjang.
“Ya aku menerimanya, sebab aku seorang profesional. Sebagai seorang pengacara aku tidak bisa menolak siapa pun orangnya yang meminta agar aku melaksanakan kewajibanku sebagai pembela. Sebagai pembela, aku mengabdi kepada mereka yang membutuhkan keahlianku untuk membantu pengadilan menjalankan proses peradilan sehingga tercapai keputusan yang seadil-adilnya.”
Pengacara tua mengangguk-anggukkan kepala tanda mengerti.
“Jadi itu yang ingin kamu tanyakan?”
“Antara lain.”
“Kalau begitu kau sudah mendapatkan jawabanku.”
Pengacara muda tertegun. Ia menatap, mencoba mengetahui apa yang ada di dalam lubuk hati orang tua itu.
“Jadi langkahku sudah benar?”
Orang tua itu kembali mengelus janggutnya.
“Jangan dulu mempersoalkan kebenaran. Tapi kau telah menunjukkan dirimu sebagai profesional. Kau tolak tawaran negara, sebab di balik tawaran itu tidak hanya ada usaha pengejaran pada kebenaran dan penegakan keadilan sebagaimana yang kau kejar dalam profesimu sebagai ahli hukum, tetapi di situ sudah ada tujuan-tujuan politik. Namun, tawaran yang sama dari seorang penjahat, malah kau terima baik, tak peduli orang itu orang yang pantas ditembak mati, karena sebagai profesional kau tak bisa menolak mereka yang minta tolong agar kamu membelanya dari praktik-praktik pengadilan yang kotor untuk menemukan keadilan yang paling tepat. Asal semua itu dilakukannya tanpa ancaman dan tanpa sogokan uang! Kau tidak membelanya karena ketakutan, bukan?”
“Tidak! Sama sekali tidak!”
“Bukan juga karena uang?!”
“Bukan!”
“Lalu karena apa?”
Pengacara muda itu tersenyum.
“Karena aku akan membelanya.”
“Supaya dia menang?”
“Tidak ada kemenangan di dalam pemburuan keadilan. Yang ada hanya usaha untuk mendekati apa yang lebih benar. Sebab kebenaran sejati, kebenaran yang paling benar mungkin hanya mimpi kita yang tak akan pernah tercapai. Kalah-menang bukan masalah lagi. Upaya untuk mengejar itu yang paling penting. Demi memuliakan proses itulah, aku menerimanya sebagai klienku.”
Pengacara tua termenung.
“Apa jawabanku salah?”
Orang tua itu menggeleng.
“Seperti yang kamu katakan tadi, salah atau benar juga tidak menjadi persoalan. Hanya ada kemungkinan kalau kamu membelanya, kamu akan berhasil keluar sebagai pemenang.”
“Jangan meremehkan jaksa-jaksa yang diangkat oleh negara. Aku dengar sebuah tim yang sangat tangguh akan diturunkan.”
“Tapi kamu akan menang.”
“Perkaranya saja belum mulai, bagaimana bisa tahu aku akan menang.”
“Sudah bertahun-tahun aku hidup sebagai pengacara. Keputusan sudah bisa dibaca walaupun sidang belum mulai. Bukan karena materi perkara itu, tetapi karena soal-soal sampingan. Kamu terlalu besar untuk kalah saat ini.”
Pengacara muda itu tertawa kecil.
“Itu pujian atau peringatan?”
“Pujian.”
“Asal Anda jujur saja.”
“Aku jujur.”
“Betul?”
“Betul!”
Pengacara muda itu tersenyum dan manggut-manggut. Yang tua memicingkan matanya dan mulai menembak lagi.
“Tapi kamu menerima membela penjahat itu, bukan karena takut, bukan?”
“Bukan! Kenapa mesti takut?!”
“Mereka tidak mengancam kamu?”
“Mengacam bagaimana?”
“Jumlah uang yang terlalu besar, pada akhirnya juga adalah sebuah ancaman. Dia tidak memberikan angka-angka?”
“Tidak.”
Pengacara tua itu terkejut.
“Sama sekali tak dibicarakan berapa mereka akan membayarmu?”
“Tidak.”
“Wah! Itu tidak profesional!”
Pengacara muda itu tertawa.
“Aku tak pernah mencari uang dari kesusahan orang!”
“Tapi bagaimana kalau dia sampai menang?”
Pengacara muda itu terdiam.
“Bagaimana kalau dia sampai menang?”
“Negara akan mendapat pelajaran penting. Jangan main-main dengan kejahatan!”
“Jadi kamu akan memenangkan perkara itu?”
Pengacara muda itu tak menjawab.
“Berarti ya!”
“Ya. Aku akan memenangkannya dan aku akan menang!”
Orang tua itu terkejut. Ia merebahkan tubuhnya bersandar. Kedua tangannya mengurut dada. Ketika yang muda hendak bicara lagi, ia mengangkat tangannya.
“Tak usah kamu ulangi lagi, bahwa kamu melakukan itu bukan karena takut, bukan karena kamu disogok.”
“Betul. Ia minta tolong, tanpa ancaman dan tanpa sogokan. Aku tidak takut.”
“Dan kamu menerima tanpa harapan akan mendapatkan balas jasa atau perlindungan balik kelak kalau kamu perlukan, juga bukan karena kamu ingin memburu publikasi dan bintang-bintang penghargaan dari organisasi kemanusiaan di mancanegara yang benci negaramu, bukan?”
“Betul.”
“Kalau begitu, pulanglah anak muda. Tak perlu kamu bimbang.
Keputusanmu sudah tepat. Menegakkan hukum selalu dirongrong oleh berbagai tuduhan, seakan-akan kamu sudah memiliki pamrih di luar dari pengejaran keadilan dan kebenaran. Tetapi semua rongrongan itu hanya akan menambah pujian untukmu kelak, kalau kamu mampu terus mendengarkan suara hati nuranimu sebagai penegak hukum yang profesional.”
Pengacara muda itu ingin menjawab, tetapi pengacara tua tidak memberikan kesempatan.
“Aku kira tak ada yang perlu dibahas lagi. Sudah jelas. Lebih baik kamu pulang sekarang. Biarkan aku bertemu dengan putraku, sebab aku sudah sangat rindu kepada dia.”
Pengacara muda itu jadi amat terharu. Ia berdiri hendak memeluk ayahnya. Tetapi orang tua itu mengangkat tangan dan memperingatkan dengan suara yang serak. Nampaknya sudah lelah dan kesakitan.
“Pulanglah sekarang. Laksanakan tugasmu sebagai seorang profesional.”
“Tapi…”
Pengacara tua itu menutupkan matanya, lalu menyandarkan punggungnya ke kursi. Sekretarisnya yang jelita, kemudian menyelimuti tubuhnya. Setelah itu wanita itu menoleh kepada pengacara muda.
“Maaf, saya kira pertemuan harus diakhiri di sini, Pak. Beliau perlu banyak beristirahat. Selamat malam.”
Entah karena luluh oleh senyum di bibir wanita yang memiliki mata yang sangat indah itu, pengacara muda itu tak mampu lagi menolak. Ia memandang sekali lagi orang tua itu dengan segala hormat dan cintanya. Lalu ia mendekatkan mulutnya ke telinga wanita itu, agar suaranya jangan sampai membangunkan orang tua itu dan berbisik.
“Katakan kepada ayahanda, bahwa bukti-bukti yang sempat dikumpulkan oleh negara terlalu sedikit dan lemah. Peradilan ini terlalu tergesa-gesa. Aku akan memenangkan perkara ini dan itu berarti akan membebaskan bajingan yang ditakuti dan dikutuk oleh seluruh rakyat di negeri ini untuk terbang lepas kembali seperti burung di udara. Dan semoga itu akan membuat negeri kita ini menjadi lebih dewasa secepatnya. Kalau tidak, kita akan menjadi bangsa yang lalai.”
Apa yang dibisikkan pengacara muda itu kemudian menjadi kenyataan. Dengan gemilang dan mudah ia mempecundangi negara di pengadilan dan memerdekaan kembali raja penjahat itu. Bangsat itu tertawa terkekeh-kekeh. Ia merayakan kemenangannya dengan pesta kembang api semalam suntuk, lalu meloncat ke mancanegara, tak mungkin dijamah lagi. Rakyat pun marah. Mereka terbakar dan mengalir bagai lava panas ke jalanan, menyerbu dengan yel-yel dan poster-poster raksasa. Gedung pengadilan diserbu dan dibakar. Hakimnya diburu-buru. Pengacara muda itu diculik, disiksa dan akhirnya baru dikembalikan sesudah jadi mayat. Tetapi itu pun belum cukup. Rakyat terus mengaum dan hendak menggulingkan pemerintahan yang sah.
Pengacara tua itu terpagut di kursi rodanya. Sementara sekretaris jelitanya membacakan berita-berita keganasan yang merebak di seluruh wilayah negara dengan suaranya yang empuk, air mata menetes di pipi pengacara besar itu.
“Setelah kau datang sebagai seorang pengacara muda yang gemilang dan meminta aku berbicara sebagai profesional, anakku,” rintihnya dengan amat sedih, “Aku terus membuka pintu dan mengharapkan kau datang lagi kepadaku sebagai seorang putra. Bukankah sudah aku ingatkan, aku rindu kepada putraku. Lupakah kamu bahwa kamu bukan saja seorang profesional, tetapi juga seorang putra dari ayahmu. Tak inginkah kau mendengar apa kata seorang ayah kepada putranya, kalau berhadapan dengan sebuah perkara, di mana seorang penjahat besar yang terbebaskan akan menyulut peradilan rakyat seperti bencana yang melanda negeri kita sekarang ini?” ***

cerpin AKHIR SEBUAH PENANTIAN

;
AKHIR SEBUAH PENANTIAN
Karya : Wardhina Ayu Wakhidatun

Aku hidup bukan untuk menunggu cintamu.
Sulit ku terima semua keputusan itu.
Yang kini hilang tersapu angin senja.
Masih sulit pula untuk ku lupakan.
Suram dan seram jika ku ingat kembali.
Mungkin harus ku biarkan semua kenangan itu,
agar abadi oleh sang waktu.

Pagi ini cerah, hangat mentari yang bersinar dan sejuk embun di pagi itu membuat semangat untuk menuntut ilmu makin bertambah. Ku percepat langkahku. Seusai sekolah, ada ekstrakulikuler seni tari dan aku pun mengikutinya. Masih belum beranjak dari tempat duduk ku. Dari arah belakang terdengar suara yang memanggilku.
“Idaaa, tunggu !”
Aku pun melihat ke belakang “Kamu Raff, ada apa kok sampai tergesa-gesa ?” tanyaku penasaran.

“Emmm, ada yang mau kenalan sama kamu !”

“Tapi Raff, udah mau masuk kelas seni tarinya”

“Ya telat dikit kan gakpapa”.

Aku tidak menjawabnya. Aku bergegas pergi menuju kelas seni tari. Aku simpan kata-kata Raffi tapi aku tidak memikirkannya disaat aku sedang mengikuti seni tari.
***

Hari ini aku sengaja berangkat pagi, aku ingin menikmati udara pagi, walaupun jarak antara rumah dan sekolah dekat. Sewaktu istirahat aku kembali ingat dengan kata-kata Raffi kemarin siang. Siapa dia? Anak mana? Namanya siapa? Berbagai pertanyaan mulai bermunculan di benakku. Hingga aku tak sadar jika aku sedang melamunkannya.

“Heyhey, mikirin siapa sih kamu?” Tanya Ega yang membuyarkan lamunanku.

“Ha? Aku gak mikirin apa-apa tuh!”

“Kok ngelamun sih? Haaa, masih keinget ya sama kata-kata Raffi kemaren?”

“Ehh, apaan sih, mentang-mentang pacar Raffi trus kalian ngejek gitu, ahh gak asyiik”

“Yaya, Cuma bercanda kok”

Tiba-tiba Raffi datang menemuiku. Entah apa lagi yang akan ia sampaikan kembali. Aku sendiri tidak berharap jika kata-kata itu lagi yang akan ia sampaikan.

“Daa, ikut yuk, dia mau ketemu kamu, tuh udah ditunggu di kantin” ajak Raffi.

“Ahh, engga ahh, biarin aja dia samperin”

“Kok gitu? Ya udah deh, ini kesempatan loh, kok malah kamu sia-siain” Ucapan Raffi didengar oleh Layla, yang juga saudara Raffi.

“Ehh, ada apaan nih, keliatannya seru! Ada apa sih Raff, kok gak bilang-bilang?”

“Gak ada apa-apa, udah nanti aku ceritain”

Bel masuk kelas pun berbunyi, aku segera masuk kelas. Dan aku mengikuti pelajaran yang berlangsung hingga usai. Pulang sekolah biasanya aku jalan sendiri, jarak rumah deket.

“Ciiye Idaa” goda Layla

“Ada apa sih?” tanyaku penasaran.

“Tuh, orang yang di depan gerbang pake tas item ada corak biru, itu orang yang mau ketemu kamu.”

“Ha? Siapa dia? Namanya siapa?”

“Dia Tyo, anaknya pendiem banget, dia sahabat karib Raffi sama Adi”

Tanpa kata-kata apapun aku bergegas pulang, dalam perjalananku aku memfikirkan semua hal yang Layla beritahu tadi. Yah, Tyo, aku masih tidak menyangka kenapa dia mau bertemu, kenapa harus lewat temennya? Ah mungkin dia malu. Ya udahlah.
***

Hari ini mulai muncul kabar buruk, banyak yang menyangka bahwa aku ini adalah pacar Tyo, padahal bukan sama sekali. Aku kenal sama dia aja baru kemarin. Di sela-sela pelajaran aku gunakan untuk menuliskan sebuah kata-kata. Sepertinya aku memang benar-benar jatuh hati pada Tyo, “ahhh, kenal langsung aja belum kayaknya mustahil deh” kata itu selalu muncul di benakku.

Saat jam istirahat, aku selalu melewati kelasnya. Aku selalu melihat tingkah lakunya, yang terkadang membuatku tersenyum-senyum sendiri. Oh mungkin inikah cinta? Aku pernah merasakannya tetapi aku tak ingin merasakannya lagi untuk saat ini.

Setelah kita kenal begitu lama, aku mengenal dia dengan ramah, dengan baik, walaupun diantara kita tak pernah ada satu perkataan. Tiba-tiba semua perasaanku menjelma, berubah entahlah seperti apa isi otakku. Aku menyukainya, aku menyayanginya. Aku yakin dia pun begitu, tapi aku tidak pernah pecaya itu, aku tidak pernah percaya bila ia menyukaiku juga, aku hanya berharap begitu banyak padanya.

Hari ini ekstra pramuka sebenarnya, aku sama Tyo mau bicara tapi dia tetap tidak mau. Dia tetap tak membuka kesempatan untuk perasaan kita. Tapi aku masih yakin bila dia benar-benar mencintaiku. Sore itu aku hanya pulang dengan semua mimpi ku yang telah pupus. Aku tak membawa secuil harapan lagi untuk rasaku ini.
***

Malam ini aku tulis surat untuk nya. Aku harap ada sedikit respon darinya. Dan respon itu tidak membuatku patah hati dan patah semangat. Aku tahu Tuhan pasti mengerti disetiap mimpi dan harapanku.

Setelah selesai aku pun tidur. Hari ini aku sengaja bangun pagi, selain aku piket aku juga ingin melihatnya lebih awal, hehe. Aku datang pertama di sekolah, datang pertama juga di kelas, aku langsung piket, bersihkan semuanya. Setelah selesai, aku kasih surat itu langsung ke dia. Aku tak pernah mengira hal buruk apapun akan menimpa kita setelah surat itu kau baca. Tiba-tiba Imma datang mengetuk pintu kelasku. Dia meminta ijin dahulu, lalu memanggilku untuk menemuinya. Aku yang bingung, langsung saja aku menurut.

“Nich surat dari Tyo!” kata Imma sambil memberikan surat dari Tyo.

“Apa ini? Jawaban suratku tadi pagi ya?”

“Iyaa, baca aja, dia bilang dia minta maaf kalo udah nyakitin perasaan kamu, dia gak bermaksud kayak gitu, ya udah baca aja.”

“Iyaa, makasiih udah ngaterin suratnya, aku titip salam buat dia”

Seketika aku menangis, air mata ini sudah tak bisa ku tahan lagi. Tetes demi tetes mulai membasahi wajahku. Lalu ku hapus lagi begitu pun seterusnya. Aku masuk kelas dan aku lanjutkan pelajaran yang sempat tertunda, aku anggap saja ini semua tidak pernah terjadi.

“Ada apa sih, Yuk?” Tanya Ega.

“Di.. dia.. dia udah jawab semuanya” kataku terbata-bata

“Jawab apa? Bukannya diantara kalian itu tak pernah ada apa-apa?”

“Dia gak suka aku Ga, aku sih fine tapi kenapa sih yang nganter harus Imma, dulu pas kamu sama Raffi putus, Imma juga kan yang nganter?”

“Iya ya, kok aku lupa ya? Ya udah deh, kamu yang sabar aja, cowok itu gak Cuma satu kok, gak Cuma dia doang”

“Iyaa Ga, makasiih” jawabku sambil mengusap air mataku

“Iya sama-sama”
***

Sulit menjalani hari tanpanya lagi, walaupun kita hanya sebatas gebetan, tapi ternyata hal itu membuat kita menjadi bersahabat. Berbulan-bulan aku nanti jawabanmu lagi. Tapi ternyata jawaban itulah yang sudah kamu tetapkan. Aku hanya pasrah, aku menangis, bagaimana tidak jika seseorang yang aku sukai ternyata telah membuatku menangis.

Aku berharap suatu saat nanti Tuhan mempertemukan kita, dan Tuhan izinkan kita bersama. Jika Tuhan tidak mentakdirkan kita bersama biarlah perasaan itu menjadi sebuah kenangan masa SMP kita.

*THE END*

BlackBerry Curve 9380 Hands-on

BlackBerry Curve 9380 Hands-on

02 Des 2012

BlackBerry Curve 9380 Hands-on
Salah satu smartphone BlackBerry terbaru yang rilis di Jakarta kemarin (15 Nov) adalah BlackBerry Curve 9380. Smartphone terbaru dari RIM ini berbeda dari BlackBerry Curve Series lain karena didesain tanpa QWERTY keypad. Sebagai gantinya RIM memberikan fungsi full touchscreen.

Display BlackBerry Curve 9380 berukuran 3,2inci TFT capacitive touchscreen dengan resolusi 360 x 480 pixels, cukup mungil dan pas untuk disimpan dalam kantong baju Anda. Prosesor yang dipakai memiliki speed 800MHz dipadu dengan RAM 512MB.

Untuk penyimpanan data, RIM melengkapi Curve 9380 dengan internal storage 512MB. Anda bisa menambah kapasitas penyimpanan sampai dengan 32GB melalui slot microSD. Blackberry terbaru Curve 9380 touchscreen merupakan smartphone 3G dengan dukungan WiFi. Anda juga bisa memanfaatkan slot microUSB v2.0 untuk transfer data.

Di bagian belakang bisa Anda temukan kamera 5MP (2592 x 1944 pixels) dengan autofocus dan LED flash. Fitur lain termasuk geo-tagging, face detection dan image stabilization. Jika belum pernah merasakan pengalaman memakai touchscreen di BlackBerry OS 7 maka BlackBerry Curve 9380 ini bisa menjadi pilihan terbaik Anda.

Di foto-foto hands-on yang dibuat situs Engadget berikut bisa Anda cermati setiap lekuk BlackBerry Curve 9380 touchscreen:



















10 Handphone Termahal di Dunia

10 Handphone Termahal di Dunia


Handphone memang sudah bukan merupakan barang mewah lagi karena di hampir semua orang di Indonesia telah emiliki handphone. Bahkan untuk orang dengan profesi dengan penghasilan yang kecil sekalipun telah bisa memiliki handphone. Walaupun sudah bukan merupakan barang mewah, namun ada 10 handphone termahal di dunia yang memang harganya luar biasa mahal sehingga hanya bisa dimiliki oleh  orang - orang yang sangat kaya. Walaupun sebenatnya bila dilihat dari fitur yang dimiliki oleh masing - masing handphone termahal di dunia tersebut bisa dibilang tergolong standar.
 
Berikut ini adalah 10 handphone termahal di dunia:
 
1. GOLDDTRIKER iPHONE 3GS SUPREME
 
 
 
 
Harga hanphone ini mencapai USD 8 juta. Fantastis bukan. Handphone ini dihiasi dengan berlian, dimana untuk membentuk logo Apple-nya saja membutuhkan 53 berlian dimana sebagian dari berlian tersebut merupakan berlian pink seberat 7,4 karat
 
 
2. GOLDSTRIKE iPHONE 3GS SUPREME
 
 
 
 
Harga handphone ini adalah sekitar USD 3,2 juta dan pernah menyandang handphone termahal di dunia pada tahun 2009. Lebih dari 200 berlian diletakkan di permukaan handphone jenis ini, Untuk chasingnya terbuat dari granit dan emas kashmir.
 
 
3. PETER ALOISSON'S KINGS BUTTON iPHONE
 
 
 
 
Harga handphone ini adalah USD 2,4 juta. Terdapat 138 berlian yang diletakkan berjajar rapi pada bagian samping handphone ini.
 
 
4. GOLDVISH 'LE MILION PIECE UNIQUE
 
 
 
 
Harga handphone ini mencapai USD 1,3 juta. Dan hanya dibuat berdasarkan pesanan saja. Terdapat 18 karat emas putih serta digabungkan dengan 20 karat dari VVS1
 
 
5. THE DIAMOND CRYPTO SMARTPHONE
 
 
 
 
Harga dari handphone ini adalah sekitar USD 1,3 juta. Body-nya terbuat dari platinum serta ditanamkan 50 buah berlian pada permukaan handphone ini.
 
 
6. GRESSO LUXOR LAS VEGAS JACKPOT
 
 
 
 
Harga handphone ini adalah sekitar USD 1 juta. Jenis handphone ini hanya diproduksi sebanyak 3 unit. Terdapat 45,5 karat berlian hitam yang ditanamkan pada handphone ini serta menggunakan 180 gr emas solid untuk frame-nya
 
 
7. VERTU SIGNATURE COBRA
 
 
 
 
Harga handphone ini adalah USD 310.000,- dan merupakan design dari designer emas dari Perancis, Boucheron. Bagian ular cobra-nya terbuat dari dua buah berlian, dua buah batu zamrud serta 439 buat batu rubi
 
 
8. SONY ERICSSON BLACK DIAMOND
 
 
 
 
Harga dari handphone ini adalah sekitar USD 310.000. Ini merupakan handphone termahal yang pernah dikeluarkan oleh Sony Ericsson.
 
 
9. PETER ALOISSON'S iPHONE PRINCESS PLUS
 
 
 
 
Harga handphone jenis ini mencapai USD 176.400. Pada permukaan handphone ini terdapat total 318 berlian 17.75 karat.
 
 
10. NOKIA 8800 ARTE WITH PINK DIAMOND
 
 
 
 
Harga handphone ini adalah sekitar USD 134.000,- dimana ini juga merupakan jenis handphone termahal yang pernah dirilis oleh Nokia. Handphone ini memiliki 18 karat emas putih dan lebih dari 680  berlian pink dan putih.

Cara Merawat Wajah


Cara Merawat Wajah


cara merawat wajah agar putih mulus, sebagai wanita tentu mengidamkan wajah yang bersih dan bebas dari masalah wajah yang sangat mengganggu, dan membuat seseorang kurang percaya diri tidak jarang wanita yang menggunakan produk pembersih wajah untuk memdapatkan hasil maksimal mulai dari perawatan kulit, pelembab kulit, pemutih wajah agar mendapatkan hasil yang cerah bersinar. Tapi ada juga cara alami yang kurang diperhatikan oleh kebanyakan orang yang hasilnya sebenarnya sangat bagus untuk cara merawat wajah dan tidak ada efek samping.


Cara Merawat Wajah


Cara Merawat Wajah
Cara Merawat Wajah<$2Ftd>

Berikut ini bikin betah akan membagi tips cara merawat wajah sehat dan murah dengan menggunakan Produk Perawatan Wajah Alami:


 Produk Pemutih Wajah dan Kulit, Penghilang Jerawat Aman dan Berkualitas

Produk Cream Pemutih Wajah Alami adalah cara aman bagi kalian yang ingin memiliki kulit putih bersih dan bersinar oleh karena itu kami merekomendasikan untuk anda produk produk Pemutih Kulit wajah yang aman dan alami. Pemutih muka alami ini dapat dipastikan merupakan pemutih wajah yang aman karena terbuat dari berbagai macam bahan bahan alami serta telah teruji aman dan tampa ada efek samping sehingga dapat digunakan oleh semua kalangan. Dibawah ini adalah daftar produk pemutih wajah dan Kulit Alami dan Aman yang telah banyak di gunakan oleh wanita di Indonesia.


www.ayoeshop.com | Pusat Produk Kecantikan
=========================================================
Cream Pemutih Wajah Baby Pink 



Khasiat dari Cream ini berguna untuk Memutihkan kulit, Mencerahkan kulit, meratakan warna kulit, mengobati jerawat, menghilangkan bekas jerawat, menghaluskan kulit, mengatasi dan menghilangkan flek hitam dengan proses yang lebih intens dan cepat.

Cara Merawat Wajah

cara merawat wajah agar putih mulus, sebagai wanita tentu mengidamkan wajah yang bersih dan bebas dari masalah wajah yang sangat mengganggu, dan membuat seseorang kurang percaya diri tidak jarang wanita yang menggunakan produk pembersih wajah untuk memdapatkan hasil maksimal mulai dari perawatan kulit, pelembab kulit, pemutih wajah agar mendapatkan hasil yang cerah bersinar. Tapi ada juga cara alami yang kurang diperhatikan oleh kebanyakan orang yang hasilnya sebenarnya sangat bagus untuk cara merawat wajah dan tidak ada efek samping.


Cara Merawat Wajah


Cara Merawat Wajah
Cara Merawat Wajah<$2Ftd>

Berikut ini bikin betah akan membagi tips cara merawat wajah sehat dan murah dengan menggunakan Produk Perawatan Wajah Alami:


 Produk Pemutih Wajah dan Kulit, Penghilang Jerawat Aman dan Berkualitas

Produk Cream Pemutih Wajah Alami adalah cara aman bagi kalian yang ingin memiliki kulit putih bersih dan bersinar oleh karena itu kami merekomendasikan untuk anda produk produk Pemutih Kulit wajah yang aman dan alami. Pemutih muka alami ini dapat dipastikan merupakan pemutih wajah yang aman karena terbuat dari berbagai macam bahan bahan alami serta telah teruji aman dan tampa ada efek samping sehingga dapat digunakan oleh semua kalangan. Dibawah ini adalah daftar produk pemutih wajah dan Kulit Alami dan Aman yang telah banyak di gunakan oleh wanita di Indonesia.


www.ayoeshop.com | Pusat Produk Kecantikan
=========================================================
Cream Pemutih Wajah Baby Pink 



Khasiat dari Cream ini berguna untuk Memutihkan kulit, Mencerahkan kulit, meratakan warna kulit, mengobati jerawat, menghilangkan bekas jerawat, menghaluskan kulit, mengatasi dan menghilangkan flek hitam dengan proses yang lebih intens dan cepat.

Cara Merawat Laptop


Cara Merawat Laptop



Cara Merawat Laptop Supaya Awet, laptop sekarang bukan barang mewah lagi sudah banyak orang mempunyai laptop atau notebook, karena sekarang mempunyai laptop merupakan suatu tuntutan dan wajib di punyai setiap orang demi mendukung kinerja dan aktivitas mereka. Meski bukan barang mewah laptop juga memerlukan suatu perawatan selayaknya seperti bayi yang butuh perawatan secara lembut tiap harinya, hehehe! dengan tujuan laptop itu supaya bisa tahan lama dan tidak mudah rusak.

Dari berbagai kalangan tingkat masyarakatpun sekarang sudah banyak yang mempunyai laptop sendiri-sendiri, karena sekarang harganya pun juga mudah dijangkau setiap orang. Anak-anak kecil, usia remaja, atau pun usia dewasa saat ini sudah hal biasa kesana kemari membawah komputer jinjing atau laptop. Namun dari sekian banyak orang yang sudah mempunyai laptop saya jamin tidak semua mengerti bagaimana cara merawat laptop supaya awet dengan baik benar.


Cara Merawat Laptop

Cara Merawat Laptop
Cara Merawat Laptop

Nah untuk itu bikin betah blog kali ini ingin membagikan tips sederhana namun juga mempunyai hal yang penting untuk dimengerti mengenai cara perawatan laptop / cara merawat laptop. Dan bisa kalian simak dibawah ini :
  1. Menggunakan pelindung keyboard, supaya terlindungi dari debu, air, dan lainnya! Karena biasanya di sela-sela keyboard sering kemasukan debu atau semacamnya dan akhirnya kongslet.
  2. Memasang screen protector pada layar laptop agar tidak tergores atau terkena debu. Dan harganya juga tidak mahal diperkirakan hanya 50 ribu.
  3. Menggunakan kipas angin laptop untuk menghindari kepanasan atau overhead, yang biasanya ditaruh dibawah laptop. Diperkirakan harganya cuman Rp. 25 ribu.
  4. Sewaktu mau charging laptop, lebih baik pasang dulu kabel yg menuju ke laptop nah setelah itu baru memasang skelar ke stopkontak listrik, dan jangan gunakan laptop sambil ngecharge tunggu full dulu baterei laptop baru digunakan, ini untuk mencegah baterai ngedrop.
  5. Memasang jadwal scan antivirus supaya terhindar dari serangan malware atau virus, sehingga menjaga performance laptop.
  6. Teratur melakukan defragmenting dan disk cleanup biar laptop tidak lemot.

Tips tambahan cara merawat laptop supaya lebih awet, disamping tips yang tertera diatas masih ada tips tambahan yang lumayan penting dalam merawat laptop, yaitu :
  • Tidak meletakkan laptop Anda disekitar sumber medan magnet, contoh TV, Handphone, radio, dll. Sebab akan merusak komponen hardisk.
  • Jangan berkebiasaan menaruh minuman atau suatu cairan di sekitar laptop, hal ini untuk mengurangi hal-hal yang di tidak diinginkan misalnya tumpah karena cairan bisa membuat konsleting.
  • Jangan suka memindahkan lapp/laptop dalam keadaan aktiv menyala karena dikawatirkan komponen dalam hardisk akan menggores cylinder yang akan menyebabkan kerusakan.
  • Gunakan listrik yang stabil, karena naik dan turunnya tegangan bisa menyebabkan komponen-komponen di laptop rusak.
  • Melakukan update virus secara teratur, karena virus selalu mengalami perkembangan jadi untuk mengantisipasinya harus menggunakan antivirus terbaik dan terupdate.
  • Menggunakan tas khusus laptop, jadi jangan gunakan tas yang sembarangan. Tas khusus laptop biasanya memberikan keamanan bila dibawa kemana-kemana, serta aman dari goncangan dan goresan.

Itulah tips cara merawat laptop supaya awet dan tahan lama, jadi rawatlah laptop anda sebaik mungkin seperti anda merawat barang kesayangan anda. Bila ada tips tambahan jangan sungkan-sungkan untuk memberi tips tambahan lewat kotak komentar dibawah ini, bila komentar mendukung pasti akan di publikasikan oleh admin, jadi sampai disini dulu selamat merawat laptop kalian, good luck!